lifeThings

Showing posts with label DefineThought. Show all posts
Showing posts with label DefineThought. Show all posts

Sunday, January 27, 2013

Positivity January



-A positive mind anticipates happiness, joy, health, and favorable results-
Mantra saya bulan januari ini dan mudah-mudahan bulan-bulan selanjutnya di tahun 2013 dan seumur hidup saya hehehee dann make baju yang sesuai sama kita,yang kita inginkan dan pas buat kita,warna yang kita suka,makan yang kita pengenin semuanya bisa ngeboost kita jadi lebih positif,setidaknya dengan mood yang baik segala sesuatunya lebih mudah dijalankan termasuk untuk terus berpikir dan bertindak positif. Januari hampir berakhir dan terus menjadi positif dalam segala hal harus saya tanamkan dalam diri saya hehe, biar saya mau menyentuh buku-buku yang harusnya saya baca,I have to push my self to read all that books,sampe-sampe karena saking malasnya saya belajar toefl ditengah keinginan saya untuk lebih melek bahasa inggris,buku toefl dan segala macamnya tak pernah tersentuh (tak heran bahasa inggris saya parah),akhirnya suami sayapun sampe memasukkan beberapa aplikasi toefl,grammar dll di ponsel saya,biar saya mau membukanya,hahahaaa tapi aplikasi lain tampaknya lebih menarik,everything start from ourselves,kalo males terus dan gak percaya kita bisa hahaaa pasti bubar semua yang kita mau so I have to get what I really want it this year,hihii maksa tapi usahanya gak ada,bismillah pokoknya tahun ini something has change,tentunya kearah yang lebih baik,stay positive untuk semuanya….bismillah :)

And things I really want to do right now adalah belajar fotografi dan punya kamera ‘beneran’,saya sepertinya bukan orang yang berbakat fotografi,foto yang saya capturepun sangat standart,tapi rasanya seneng gitu memindahkan obyek nyata ke lensa dengan kamera saya yang seadanya,start to share my photos on instagram,dan pas melihat punya orang lain,huaaaaa parah-parah banget kerennya,tapi hahaaa stay positif lah,yang penting I am happy to do this :D

Monday, February 13, 2012

Deep Dye Purple


I just remembered how i am before,hahaa potongan rambut super cepak,studded bag ala punk,celana ngatung gak jelas,sepatu belel lusuh gak kecuci berbulan- bulan,yes that’s my past,surely me with masculine style a.k.a tomboy yang  tingkatnya akut,satu-satunya dokumentasi ‘kegarangan’ saya jaman sma dengan model begitu hanya bisa saya temukan di ijazah sma (saya dulu bukan penghobi foto seperti skr),kalo bukan nama saya atmayasari dan berkelamin perempuan,tentu tak ada yang notice saya ini perempuan di tilik dari fotonya ;p 
Saya teringat bagaimana sahabat- sahabat saya ketika sma ‘melatih’ saya menjadi perempuan sejati,berusaha mendandani dan mengajari saya jalan ala perempuan ;),ternyata sampai kuliah di ugm sampai kira2 semester 5 gaya saya statis ya tomboy gak terkira,perubahan dimulai ketika saya mengenal seorang teman yg sekarang menjadi suami saya,untuk tujuan diferensiasi dan kenyamanan bersama,sedikit demi sedikit saya berubah ;)
Dan beberapa bulan sebelum menikah di tahun 2007,saya memutuskan berhijab,alhamdullilah sampai sekarang belum lepas alias bukan pasang pakai,tapi secara syar’i memang belum,saya masih terus belajar untuk menutup aurat lebih baik,dress for Alloh..aamiin 

Semoga bukan cuma niat saja,semoga perbaikan bukan masalah pakaian tapi juga jiwa dan pikiran,lebih baik dan lebih dekat kepada Alloh.

Monday, January 16, 2012

Be Grateful


Suatu hari saya sedang melakukan transaksi di sebuah atm,setelah mengambil uang saya bertemu dengan seorang bapak paruh baya kira-kira berumur 40than,bapak itu adalah seorang cleaning service bank tmpt saya mengambil uang tersebut,bapak itu bertanya pada saya “habis dari pasar ya mbak (ada belanjaan sayur di motor saya),lalu saya jawab “iya pak” bapak itu lalu mulai bicara lagi “wah skr tuh apa-apa mahal ya mbak,gaji gak naik tapi harga barang terus naik,ya cm cukup buat makan aja,paspasan malahan’ saya jawab “iya pak” lalu dia melanjutkan “disini susah mbak cari uang gak kayak pas saya dulu di Jakarta,pas saya di Jakarta gaji lumayan,cari uang gampang” saya jawab “knp gak dijakarta aja pak?knp pindah kesini?” Lalu bapak itu menjawab “saya sudah hampir 10thn di Jakarta mbak,semenjak menikah belum juga di karunia anak,lalu istri saya mengajak pulang kesini,ehh pas setahun pindah kesini alhamdullilah istri saya hamil,skr anak sudah 3 lo mbak,walaupun dulu dijakarta cari uang lebih mudah tp ya saya belum punya anak,setelah pindah kesini cari uang memang agak susah tapi ternyata ada rejeki lain ya anak itu tadi mbak,ya pokoknya yg penting di syukuri,kan rejeki itu bukan hanya dlm bentuk materi saja” saya lalu tersenyum dan bingung mau menjawab apa
 
Seringkali saya mengkaitkan rasa bersyukur dengan hal-hal berbentuk materi misalkan mendapatkan uang,mendapatkan barang-barang,kendaraan dan hal- hal yang kasat mata lainnya,hal itu memang wajib dan patut di syukur karena kita mendapatkannya dengan usaha dan doa,namun hal-hal yang justru didekat kita yang sering kita rasakan sehari-hari sering lupa kita syukuri,atau bahkan porsi mengeluh dan mengeluh saya lebih besar dari rasa bersyukur saya

Ketika mengeluh menjadi sebuah kebiasaan dan saya menganggapnya sebagai hal biasa justru hal ini yang membuat hati saya tidak tenang,selalu merasa kurang dan kurang terutama hal-hal yang bersifat material,padahal banyak nikmat yang tidak terkira yg saya rasakan setiap hari,setidaknya mengeluhkan akan menjauhkan dari rasa bahagia yang kadang hadir ditengah-tengah hal yang sering kita anggap kurang
Resolusi sederhana saya sekarang mensyukuri hal-hal yang sudah ada dan saya dapatkan,kesehatan,hubby yang sabar dan sehat,anak 3 tahun saya yang mau makan,yang mudah di ajak bekerja sama,minuman makanan yang setiap hari saya makan bersama keluarga,hal-hal kecil lain yang ternyata sangat nikmat di syukuri setiap hari ;),saya sangat suka dengan sebuah quote “Melihatlah ke atas agar kau bisa maju,dan Melihatlah kebawah agar kau bisa bersyukur”
-shawl Kamiidea,blazer unbranded,hareem pants Ceil at centro,wedges Up-

Thursday, December 22, 2011

I love You MOM


We call her Ibu,Bunda,Mama......
Apapun panggilan kita untuknya,itu adalah panggilan mulia,panggilan penuh cinta yang seharusnya di dapatkan oleh ibu kita, panggilan penghormatan,panggilan untuk orang yang sangat menyanyangi kita dengan caranya masing-masing,panggilan yang mengiringgi sejarah hidup kita,kata pertama yang bisa kita ucapkan ketika kita masih bayi,ketika pertama kali kita mengenal sebuah kata,kata panggilan sayang itu yang sering kali paling pertama diucapkan oleh seorang bayi


Mereka  ibu kita,ibu pembentuk karakter,buku berjalan,sumber ilmu pertama dan guru sepanjang masa untuk kita anak-anaknya,sekarang saya benar- benar mengalaminya,menjadi ibu bukanlah pekerjaan yang mudah,segala bentuk pikiran positif,kesabaran,contoh yang bermanfaat seringkali menjadi sebuah acuan yang harus kita gunakan untuk mendidik dan membesarkan anak-anak,saat menjadi ibu pengendalian emosi benar-benar sesuatu yang menantang untuk orang yang cukup temperamen seperti saya,anak adalah anak-anak,ya mereka akan mengeksplorasi dunianya sesuai keinginan mereka,mewarnai hari-hari mereka dengan bermain,tanpa tahu resikonya,playing are their world,tapi ketika kita nikmati dengan senyuman,yang seringkali disebut ‘kenakalan’ akan menjadi sebuah hiburan,dan menjadi berkah ketika menjadi ibu ternyata bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah
Saya sekarang membayangkan bagaimana lelahnya ibu saya,beliau membesarkan lima anak-anaknya dengan karakter masing- masing,seringkali saya mengeluh betapa capeknya,betapa susahnya,betapa repotnya padahal saya baru dititipi satu amanah,sungguh sebuah perasaan tanpa syukur,ketika saya teringat ibu saya yang begitu sabarnya membesarkan kami berlima,dengan segala masalah yang dialaminya sendiri,dengan waktu yang tidak beliau miliki untuk dirinya sendiri

Doa terbaik untuk ibu,betapa kini saya merasakan bagaimana menjadi seorang ibu ;)
I LOVE YOU,IBU